Apple, Adobe, Dropbox & Yahoo Paling Aman dalam Perlindungan Privasi, Hati-Hati pada WhatsApp

Electronic Frontier Foundation (EFF) merupakan sebuah lembaga internasional nirlaba organisasi advokasi dan hukum yang berbasis di Negara Amerika Serikat.

Tujuan berdirinya Electronic Frontier Foundation untuk mempertahankan hak kebebasan berbicara, seperti yang dilindungi oleh Amendment Pertama Konstitusi di Negara Amerika Serikat, tujuan lainnya mendidik pers, pembuat kebijakan dan lainnya.

Logo Electronic Frontier Foundation (EFF)
Logo Electronic Frontier Foundation (EFF) | Sumber gambar: Commons.Wikimedia.org

EFF didukung oleh pemberian donatur, dan didasarkan di San Francisco, California, dengan anggota staf yang berada di Washington, DC.

Pada sebuah survei tahunan EFF yang dilakukan pada tahun 2015, perusahaan Apple, Adobe dan Yahoo didaulat menjadi perusahaan teknologi yang paling aman dalam menjaga data privasi penggunanya.

EFF melaksanakan survei dengan memakai lima kategori yang berbeda. Pada masing-masing kategori tersebut, masing-masing perusahaan mendapatkan penilaian berupa 'tanda bintang' atau 'tidak menerima tanda bintang'.

Apple, Adobe, Dropbox & Yahoo Paling Aman dalam Perlindungan Privasi, Hati-Hati pada WhatsApp

Terdapat empat buah perusahaan teknologi yang mendapatkan bintang pada kelima kategori yang dinilai tersebut, perusahaan tersebut yaitu Apple, Adobe, Dropbox dan Yahoo.

Dalam survei ini juga, aplikasi sosial media seperti Twitter, Facebook dan Reddit, menerima empat bintang. Adapun WhatsApp yang paling buruk, hanya menerima satu bintang saja untuk evaluasi ini.

Perusahaan teknologi lainnya yang dilakukan penelitian, yang masing-masingnya menerima tiga bintang, yaitu perusahaan Google, Microsoft, Snapchat dan Tumblr.


Hati-Hati terhadap WhatsApp, berada di peringkat terendah dalam hal perlindungan privasi

WhatsApp seakan-akan diketahui banyak orang menjadi aplikasi messaging sangat diminati para pengguna perangkat mobile di dunia.

Akan tetapi, sayangnya menurut dari laporan Electronic Frontier Foundation (EFF), bahwa layanan WhatsApp termasuk ke dalam urutan paling belakang dalam hal proteksi data penggunanya.

Aplikasi WhatsApp termasuk simpel dalam hal penggunaannya, dimana pengguna tidak perlu melakukan invite, yang hanya cukup mendaftar dengan nomor kontak orang yang memiliki aplikasi WhatsApp saja, maka dengan itu secara otomatis nomor tersebut tampil sebagai kontak di aplikasi messaging WhatsApp.

Tetapi dibalik kemudahannya ini, WhatsApp terdapat hal negatif dalam hal menjaga privasi para penggunanya. Dimana seluruh percakapan pengguna sangat rentan dapat dipantau oleh pihak-pihak tertentu, termasuk pihak yang berwajib.

Pada sebuah laporan yang berjudul ‘Who Has Your Back’, pihak EFF mengatakan bahwa layanan WhatsApp tidak melakukan perlindungan privasi pelanggan, dalam beberapa kategori yang menjadi evaluasi.