Yuk, Pahami Dasar Partisi Pada Hard Disk

Oleh:   Serhamo Tech Serhamo Tech   |   12/03/2018 05:36:00 pm
Saat kau memakai komputer, baik itu laptop atau desktop niscaya kenal dengan label "Local disk (C:)", "Local disk (D:)", "Local disk (E:)", dan seterusnya. Itu semua ialah partisi pada hard disk. Seperti yang kau tahu, hard disk ialah salah satu perangkat yang menyimpan semua data/file dalam sistem komputer. Partisi hard disk merupakan prosedur pembagian beberapa kapasitas hard disk untuk tujuan tertentu.
Mengapa hard disk harus dibentuk partisi ? Berikut ini alasan yang perlu kau tahu
  • Hard disk harus dipartisi dengan tujuan memisahkan data/file-file milik sistem dan file milik pengguna. Pada sistem komputer modern, hard disk berperan sebagai prosedur booting utama atau lokasi sistem operasi. Jika sistem operasi mengalami hambatan dan hard disk tidak dipartisi, tentu akan beresiko pada data milik pengguna. Sebaliknya, data dalam partisi yang berbeda tidak akan terlalu beresiko meski sistem tidak sanggup bekerja dengan normal.
  • Efisiensi penggunaan serta memudahkan administrasi file/data. Partisi hard disk akan memudahkan kau untuk menyimpan dan mengatur banyak data dalam komputer. Misalnya, partisi C untuk sistem operasi, partisi D untuk data pribadi, dan sebagainya. Apalagi jikalau kau memakai dua sistem operasi yang berbeda dalam satu komputer.
  • Karena penggunaannya lebih efisien, maka jalan masuk pada hard disk bisa lebih cepat. Hal ini tentu akan meningkatkan kinerja komputer serta produktifitas kerja. Partisi juga akan memudahkan dikala proses perawatan menyerupai pemerikasaan dan diagnosa hard disk.
Tapi kau juga perlu memperhatikan jikalau partisi hard disk juga mempunyai resiko, diantaranya
  • Akan mengakibatkan fragmen atau pecahan file. Hard disk bekerja dengan sistem mekanik. Data yang diakses bisa dari aneka macam blok lokasi. Hard disk bisa saja menulis sebuah file di blok lokasi yang berbeda-beda. Saat file tersebut diakses, akan membutuhkan waktu alasannya harus mencari di banyak lokasi. Oleh alasannya itu, partisi hard disk harus rutin dilakukan defragmentasi.
  • Setiap partisi hard disk membutuhkan pengaturan yang berbeda. Tentu sistem operasi harus terus menjaga semoga semua partisi tidak mengalami kendala. Jika partisi yang dipakai cukup banyak, bukan mustahil akan memberatkan kinerja hard disk.
Data yang tersimpan dalam partisi hard disk diatur melalui struktur yang dinamakan file system. Saat menciptakan partisi baru, kau harus melaksanakan format pada partisi tersebut dengan mengatur file system tertentu sebelum bisa dipakai untuk menyimpan file. Sebuah partisi hanya boleh memakai satu file system. Jika ingin memakai file system lain, harus melaksanakan format partisi kembali dengan resiko data dalam partisi hilang. Kamu juga hanya sanggup memakai file system yang telah didukung oleh sistem operasi. Meski begitu, kau sanggup memakai beberapa file system berbeda dalam satu hard disk.

Jenis partisi hard disk

Primary

Merupakan jenis partisi standar dalam hard disk. Jenis partisi ini paling banyak dipakai terutama oleh sistem operasi. Sistem komputer modern mengharuskan lokasi boot berada pada partisi primer. Selain sistem operasi, jenis partisi ini juga sanggup dipakai untuk menyimpan data pengguna.

Extended

Berbeda dengan partisi primer, jenis partisi ini justru tidak bisa untuk menyimpan data. Jumlah maksimal partisi ini hanya satu dalam sebuah hard disk. Lalu, bagaimana cara memakai jenis partisi ini ? kau bisa memecah jenis partisi ini menjadi banyak partisi logical.

Logical

Jenis partisi ini merupakan belahan dari partisi extended. Untuk menciptakan partisi ini, kau terlebih dahulu harus menciptakan partisi extended kemudia membaginya dalam beberapa partisi. Secara fungsional, partisi ini tidak jauh berbeda dengan partisi primer.
Berikut ini cara melihat jenis partisi hard disk dalam komputer
  • Tekan tombol Win+R untuk membuka kotak obrolan Run
  • Ketik diskmgmt.msc
  • Klik tombol OK atau Enter
  • Dalam jendela Disk Management akan terlihat daftar partisi, jenis partisi, kapasitas, file system yang digunakan, sampai susunan partisi.

Skema partisi / Partition Style

Dalam sebuah hard disk, partisi mempunyai struktur atau layout tertentu. Struktur partisi umumnya dikenal dengan sketsa atau style (gaya). Skema partisi hard disk ditentukan oleh sistem komputer yang digunakan. Sebuah hard disk hanya memakai satu skema. Jika ingin memakai sketsa lain, maka harus melaksanakan partisi ulang. Berikut ini sketsa partisi yang paling banyak digunakan

Master Boot Record (MBR)

Skema ini merupakan paling banyak dipakai alasannya sudah ada semenjak masa komputasi modern dimulai. Skema MBR dipakai pada PC dengan sistem BIOS. Jika komputermu hanya memakai sistem BIOS, dipastikan sketsa hard disk yang dipakai yaitu MBR. MBR didukung oleh banyak sistem operasi. Pada sketsa ini, semua info vital menyerupai hukum partisi, lokasi OS, dll disimpan dalam sektor pertama hard disk.
Baca juga : Berkenalan Dengan UEFI BIOS Pada PC
MBR hanya mendukung 4 partisi primer dalam satu hard disk. Jika ingin menciptakan lebih banyak partisi, maka harus menciptakan sebuah partisi extended sebelum membaginya dalam bentuk partisi logical. Karena masih memakai sistem BIOS, sketsa MBR hanya mendukung pengalamatan 32-bit. Itu artinya dengan sketsa MBR, secara teori sistem hanya bisa mengakses hard disk sampai kapasitas 2 TB saja. Sebetulnya, dengan hard disk modern dikala ini sketsa MBR bisa saja mengakses sampai kapasitas 16 TB.

GUID Partition Table (GPT)

Skema GPT menjadi belahan penting dalam sistem UEFI pada PC modern. UEFI merupakan sistem firmware modern yang menggantikan sistem BIOS. Jadi, sketsa GPT dipakai untuk menggantikan sketsa MBR. Salah satu kelebihan sketsa GPT diantaranya sanggup melaksanakan pengalamatan sampai 64-bit sehingga bisa mengakses penyimpanan sampai 9,4 ZB.
Selain itu, sketsa GPT juga bisa menangani sampai 128 partisi primer. Tidak perlu lagi menciptakan partisi extended/logical. Berbeda dengan sketsa MBR, GPT menyimpan info vital menyerupai hukum partisi, lokasi OS, dll di banyak blok lokasi. Tujuannya sebagai backup jikalau terjadi kerusakan.
Teknologi UEFI maupun sketsa GPT relatif masih baru. Jadi, tidak banyak sistem operasi yang mendukung sketsa ini. Saat ini, hanya beberapa sistem operasi terbaru saja yang sudah mengadopsi sketsa GPT. Ke depan, bukan mustahil akan banyak sistem operasi yang memakai sketsa ini.
Baca juga : Tips Mengoptimalkan UEFI BIOS Dalam PC - Bagian 1
Skema MBR atau GPT umumnya sudah otomatis diatur oleh sistem. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Jika komputer hanya memakai sistem BIOS, dipastikan sketsa hard disk yang dipakai yaitu MBR. Begitu pula jikalau memakai UEFI, sketsa yang dipakai niscaya GPT. Namun dengan alasan kompatibilitas, sistem UEFI masih menyediakan proteksi untuk penggunaan sketsa MBR.
Jika ingin mengganti sketsa hard disk, kau harus bersiap dengan resiko kehilangan partisi/data. Tapi, dikala ini sudah banyak aplikasi atau tools untuk konversi sketsa MBR ke GPT (dan sebaliknya) tanpa harus menghilangkan data.
Berikut ini cara melihat jenis sketsa hard disk dalam komputer
  • Tekan tombol Win+R untuk membuka kotak obrolan Run
  • Ketik devmgmt.msc
  • Klik tombol OK atau Enter
  • Dalam jendela Device Manager akan terlihat daftar perangkat hardware dan komponennya.
  • Klik ganda Disk drive
  • Klik ganda perangkat hard disk yang ada
  • Klik tab Volumes, kemudia klik tombol Populate
  • Pada label Partition Style akan tertera jenis sketsa hard disk yang terpasang


Semoga bermanfaat...!

Tampilkan Komentar