Pentingnya Update Uefi/Bios Komputer

Oleh:   Serhamo Tech Serhamo Tech   |   12/03/2018 02:06:00 am
Seperti halnya jadwal aplikasi dan driver hardware, BIOS juga perlu diperbarui atau update. Firmware BIOS juga sanggup diperbaharui lantaran sekarang BIOS modern atau UEFI memakai chip EEPROM yang mempunyai sifat read write.
Dulu, update BIOS cukup sulit dilakukan lantaran mekanismenya agak rumit. Selain sulit, juga sangat beresiko cukup tinggi. Jika update BIOS mengalami kegagalan, maka motherboard niscaya mengalami kerusakan yang akan menciptakan sistem tidak sanggup menyala.


Credit : www.howtogeek.com
Namun kini, update BIOS sudah semakin mudah. Selain perlindungan yang semakin baik, proses update UEFI/BIOS juga semakin user friendly ibarat halnya instalasi jadwal aplikasi biasa. Update BIOS juga sanggup dilakukan secara berkala. Beberapa motherboard bahkan bisa melaksanakan update UEFI/BIOS secara online yang tentu memerlukan koneksi internet stabil.
Baca juga : Apa itu UEFI/BIOS ?

Beberapa tujuan update UEFI/BIOS diantaranya.

  1. Meningkatkan kestabilan dan kinerja sistem. Tujuan utama dari update UEFI/BIOS yakni memperbaiki bug dan error yang terjadi pada UEFI/BIOS versi sebelumnya. Koreksi umum dari update UEFI/BIOS diantaranya perbaikan penanggalan dan akurasi sensor serta kompatibilitas pada teknologi baru.
  2. Memberikan kompatibilitas dan pemberian pada perangkat atau teknologi terbaru. Dengan update UEFI/BIOS, sistem sanggup bekerja dengan komponen yang spesifikasinya lebih tinggi atau baru. Produsen biasanya menawarkan update UEFI/BIOS untuk meningkatkan kompatibilitas dengan prosesor atau modul RAM baru.
  3. Memberikan fitur-fitur gres pada sistem yang sebelumnya belum ada. Selain itu, update UEFI/BIOS juga mempunyai kegunaan untuk menampilkan fitur-fitur yang tersembunyi.

Berapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melaksanakan update UEFI/BIOS yaitu

  1. Daya listrik komputer yang stabil. Ini mutlak diharapkan biar ketika proses update, tidak terjadi interupsi yang sanggup mengganggu proses update. Oleh lantaran itu, dalam proses update disarankan memakai perangkat UPS (Uninterruptable Power Supply) atau mode charging (pada laptop)
  2. File UEFI/BIOS baru. File ini sanggup diunduh di situs resmi dan harus sesuai dengan tipe serta versi motherboard/ komputer yang digunakan.
  3. Aplikasi flash UEFI/BIOS yang biasanya sudah disertakan dalam paket penjualan motherboard/komputer yang digunakan. Aplikasi ini akan dipakai untuk mengupdate file BIOS gres ke dalam chip UEFI/BIOS. Anda juga bisa mengunduh aplikasi ini lewat situs resmi sesuai dengan tipe serta versi motherboard yang digunakan. Pada motherboard modern, aplikasi flash ini sudah tertanam eksklusif pada chip UEFI/BIOS.
    Credit : anandtech.com
Baca juga : Tips Mengoptimalkan UEFI BIOS Dalam PC - Bagian 1

Cara update UEFI/BIOS memakai flash drive

Beberapa vendor kadang menyertakan cara khusus untuk melaksanakan proses update UEFI/BIOS pada motherboardnya. Cara tersebut biasanya sudah disertakan dalam buku manual atau situs resmi motherboard yang bersangkutan. Namun, umumnya motherboard modern menyediakan tiga prosedur update UEFI/BIOS. Berikut ini prosedur dan caranya

Update UEFI/BIOS via sistem operasi

Mekanisme ini sengaja dibentuk biar lebih memudahkan pengguna untuk melaksanakan proses update. Mudah, simpel, dan tidak memakan banyak waktu ibarat memakai aplikasi desktop ibarat biasa. Namun, prosedur ibarat ini gres terbatas untuk sistem operasi Windows saja. Berikut ini langkah-langkah update UEFI/BIOS via sistem operasi Windows
  • Instal aplikasi flash UEFI/BIOS yang disertakan pada paket CD/DVD driver motherboard. Jika tidak ada, pengguna sanggup mengunduh dari situs resmi motherboard.
  • Download file UEFI/BIOS terbaru dari situs resmi motherboard. File ini harus sesuai dengan tipe dan versi motherboard yang digunakan.
  • Lakukan backup file UEFI/BIOS versi sebelumnya kalau perlu
  • Masukkan file UEFI/BIOS gres tersebut pada aplikasi flash yang disediakan. Kemudian klik tombol Update
  • Jika sistem mengenali file BIOS tersebut, sistem akan memulai proses update sampai selesai
  • Setelah proses update selesai, lakukan restart dan komputer akan memakai UEFI/BIOS versi terbaru.

Update UEFI/BIOS via aplikasi flash utility

Sama ibarat prosedur sebelumnya, namun tidak perlu masuk ke dalam sistem operasi. Hal ini dikarenakan fungsi flash atau UEFI BIOS Updater sudah tersedia dalam chip. Berikut ini langkah-langkah update UEFI/BIOS via flash utility
  • Download file UEFI/BIOS terbaru dari situs resmi motherboard. File ini harus sesuai dengan tipe dan versi motherboard yang digunakan. Letakkan file tersebut ke dalam USB flash drive yang telah diformat dengan file system FAT32.
  • Restart komputer
  • Saat proses POST atau booting berlangsung, masuk ke sajian UEFI/BIOS. Pilih sajian flash utility
  • Setelah masuk ke dalam aplikasi flash utility, pilih USB flash drive yang telah berisi file BIOS terbaru
  • Pilih file UEFI/BIOS terbaru. Jika sistem mengenali file BIOS tersebut, sistem akan memulai proses update sampai selesai
  • Setelah proses update selesai, lakukan restart dan komputer akan memakai UEFI/BIOS versi terbaru.
Baca juga : Proses POST pada UEFI/BIOS  

Update UEFI/BIOS via DOS Prompt

Untuk prosedur yang satu ini, caranya sedikit agak rumit lantaran langkahnya lebih panjang ketimbang prosedur di atas. Mekanisme ini bekerjsama mulai ditinggalkan oleh beberapa vendor motherboard. Namun, beberapa motherboard kelas entry-level khususnya masih menyediakan pilihan update semacam ini. Berikut ini langkah-langkah update UEFI/BIOS via DOS Prompt
  • Buat USB flash drive bootable (DOS) memakai aplikasi Rufus (download di sini)
  • Download file UEFI/BIOS terbaru dan aplikasi flash utility dari situs resmi motherboard. File tersebut harus sesuai dengan tipe dan versi motherboard yang digunakan. Letakkan kedua file tersebut ke dalam USB flash drive yang telah diformat.
  • Restart komputer dan boot ke USB flash drive tadi
  • Setelah masuk ke DOS Prompt, ketik file flash yang dipakai lalu tekan tombol enter.
  • ketik file BIOS terbaru lalu tekan tombol enter
  • Jika sistem mengenali file BIOS tersebut, sistem akan memulai proses update sampai selesai
  • Setelah proses update selesai, lakukan restart dan komputer akan memakai UEFI/BIOS versi terbaru.
Itulah beberapa cara dan laba dari memperbarui UEFI atau BIOS pada PC. Cara tersebut mungkin sedikit berbeda dengan ketentuan motherboard atau PC kalian. Sesuaikan dengan cara yang disyaratkan pada buku manual PC/motherboard. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat...

Tampilkan Komentar