Pengertian, Jenis, Dan Bagian-Bagian Motherboard Pada Komputer Desktop

Oleh:   Serhamo Tech Serhamo Tech   |   12/03/2018 02:36:00 am
Komputer merupakan sebuah sistem yang terdiri dari banyak sekali macam komponen yang terhubung sehingga menjadi satu kesatuan. Monitor, keyboard, mouse, CPU, media penyimpanan, RAM, dll semuanya harus dihubungkan supaya sanggup digunakan dengan optimal. Jika salah satu komponen tersebut rusak atau tidak terkoneksi dengan baik, tentu akan mengganggu penggunaan komputer itu sendiri. Oleh lantaran itu, diharapkan perangkat atau media untuk menghubungkan semua komponen komputer.
Perangkat tersebut dinamakan Motherboard atau Mainboard. Motherboard, dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai papan induk ialah salah satu perangkat penting yang digunakan untuk menghubungkan komponen-komponen komputer yang lain. Motherboard mempunyai fungsi utama yaitu menyusun rangkaian sistem komputer, khususnya untuk komponen penting menyerupai CPU (Central Processing Unit/Prosesor), memori RAM (Random Access Memory), media penyimpanan Hard disk, Chipset, VGA, dll.
Bagian-bagian motherboard. Credit : wikipedia.org
Motherboard merupakan komponen komputer yang cukup kompleks. Seperti fungsinya, dalam motherboard juga terdapat bagian-bagian tertentu yang berfungsi untuk dihubungkan dengan komponen komputer desktop yang lain. Saat ini, motherboard sangat bergantung pada platform prosesor yang digunakan. Misalnya, kalau ingin menggunakan prosesor Intel, maka motherboard yang digunakan juga harus menggunakan platform dari Intel. Sama halnya kalau menggunakan prosesor AMD. Hal ini disebabkan lantaran bagian-bagian dalam motherboard tersebut harus diadaptasi dengan platform prosesor yang digunakan supaya komputer sanggup berjalan lebih optimal.

Berikut ini ialah bagian-bagian motherboard atau mainboard pada komputer desktop beserta fungsinya

Processor Socket/Soket Prosesor

Soket merupakan kawasan untuk instalasi atau pemasangan prosesor. Selain prosesor, soket juga digunakan untuk memasang perangkat pendingin prosesor menyerupai HSF (Heat Sink Fan) yang biasanya disertakan dalam paket penjualan prosesor. Soket dalam motherboard menyesuaikan platform dan teknologi prosesor yang digunakan. Contohnya Prosesor Intel harus menggunakan soket yang didukung oleh Intel. Namun, prosesor Intel tidak semuanya menggunakan soket yang sama. Teknologi prosesor yang terus berkembang menciptakan prosesor generasi usang tidak sanggup dipasang pada soket prosesor generasi terbaru.
Soket prosesor. Soket PGA (kiri) dan Soket LGA (kanan). Credit :mulyanaangga.wordpress.com
Motherboard modern yang digunakan pada komputer desktop umumnya menggunakan dua jenis soket prosesor yaitu soket LGA (Land Grid Array) dan PGA (Pin Grid Array). Soket LGA ialah jenis soket dengan pin konektor yang tersambung pada motherboard. Jenis soket ini sering kali digunakan untuk prosesor Intel. Sedangkan Soket PGA ialah jenis soket dengan pin konektor yang terpasang pada chip prosesor dan umumnya digunakan oleh prosesor AMD.
Pada beberapa motherboard, terdapat buah 2 socket prosesor yang tersedia. Motherboard tersebut biasanya ditujukan untuk komputer workstation, server, atau komputer dengan kinerja tinggi. Ada juga motherboard yang tidak mempunyai soket prosesor, namun prosesornya telah terpasang pribadi (tersolder) pada motherboard. Misalnya menyerupai pada komputer mini atau komputer laptop. Semua perangkat yang tersolder pada motherboard akan sangat sulit diganti bila rusak, kecuali membeli motherboard baru.
Baca juga : Tips Memilih Processor Terbaik Untuk Gaming, Desain, dan Editing

VRM (Voltage Regulator Module) / Modul Regulasi Tegangan Listrik

Bila anda perhatikan, disamping soket prosesor terdapat sejumlah modul elektronik yang terpasang. Itulah Voltage Regulator Module (VRM) atau modul elektronik yang mengatur tegangan listrik untuk digunakan oleh processor. Processor modern umumnya membutuhkan tegangan listrik setidaknya 1-1.5 V. Mengingat processor merupakan perangkat paling vital dalam sistem komputer, VRM menjadi salah satu komponen penting pada motherboard.
Modul VRM. Credit : kingpincooling.com
VRM pada motherboard umumnya terdiri dari 3 bagian, yaitu chip MOSFET (Metal-Oxide Semiconductor Field-Effect Transistors), Choke, dan kapasitor. Chip MOSFET bertanggung jawab dalam mengatur tegangan yang berafiliasi dengan processor. Pada motherboard modern, VRM dibentuk dengan sangat canggih bahkan dilengkapi heatsink penghantar panas. Tujuannya supaya VRM bisa mengendalikan tegangan secara optimal sehingga sanggup meminimalisir kebocoran arus listrik.

Chipset (Controller Hub)

Chipset merupakan perangkat yang mengintegrasikan beberapa komponen penting dalam motherboard. Dalam prakteknya, chipset membantu processor untuk mengatur komponen periferal lain dalam motherboard supaya sanggup saling bekerja sama. Chipset juga mengatur fitur-fitur penting pada motherboard menyerupai jumlah slot perluasan dan konektor yang didukung, kapasitas dan kecepatan maksimal memori, serta panel I/O.
Chipset Controller Hub. Credit : techreport.com
Dulu, chipset terbagi menjadi dua bagian, yaitu Northbridge dan Southbridge. Northbridge bekerja dengan prosesor untuk mengatur memori RAM dan perangkat display terintegrasi (IGP, Integrated Graphic Processing). Sedangkan Southbridge untuk mengatur perangkat periferal pelengkap dan komponen I/O (input/output). Berkat teknologi fabrikasi pada arsitektur prosesor yang semakin canggih, sekarang fungsi chipset Northbridge seperti memory controller, IGP, dan PCI Express telah diintegrasikan pribadi ke dalam prosesor. Oleh lantaran itu, kebanyakan motherboard modern sudah mengadopsi chipset tunggal dalam bentuk Controller Hub.
Controller Hub mengintegrasikan beberapa komponen periferal menyerupai USB, SATA RAID, dan Real Time Clock (RTC). Processor dan Controller Hub ini saling berafiliasi melalui sebuah tautan yang dinamakan Media Interface. Selain Controller Hub, motherboard juga dilengkapi dengan chipset khusus untuk menambah fungsionalitas komputer. Misal, chip audio dan chip network.

BIOS

BIOS, kependekan dari Basic Input Output System yang merupakan chip kecil yang mengendalikan sistem komputer. BIOS berfungsi untuk mengatur dan menyidik seluruh komponen komputer, khususnya ketika sistem dinyalakan sebelum masuk ke dalam sistem operasi.
Penjelasan lengkap perihal BIOS sanggup dibaca pada artikel berikut
Berkenalan Dengan UEFI BIOS Pada PC

Slot Memori

Untuk sanggup bekerja, komputer membutuhkan memori. Motherboard berperan menyediakan slot untuk instalasi memori RAM (Random Access Memory). Umumnya, motherboard menggunakan jenis memori DDR (Dual Data Rate) RAM. Motherboard pada komputer desktop menggunakan DDR DIMM, sedangkan untuk komputer laptop atau notebook menggunakan DDR SODIMM yang berukuran lebih kecil.
Baca juga : Memahami Fungsi dan Cara Kerja Memori RAM Pada Komputer
Motherboard yang menggunakan slot memori DDR2 tidak akan sanggup dipasang memori DDR3. Begitu pula sebaliknya. Semua jenis DDR, DDR2, DDR3, atau DDR4 tidak saling kompatibel. Hal ini disebabkan lantaran perbedaan notch, voltase, frekuensi, dan teknologi yang digunakan.
Slot Memori Dual Channel. Credit : hardwarezone.com
Dulu, clock speed atau kecepatan memori RAM dibatasi oleh kecepatan FSB (Front Side Bus) yang digunakan oleh processor. Jika dipaksa menggunakan memori RAM yang lebih kencang dari kecepatan FSB tersebut, maka kecepatan memori itu akan mengalami penurunan dan akan mengikuti kecepatan maksimal FSB yang digunakan. Misalnya pada processor Core 2 Duo yang menggunakan FSB 800, meski menggunakan memori RAM DDR3 1066 MHz, kecepatannya akan turun menjadi 800 MHz.
Berkat teknologi komputasi yang lebih canggih, sekarang kecepatan memori atau clock speed RAM sudah tidak lagi dibatasi oleh FSB pada prosesor, melainkan oleh controller hub atau chipset motherboard. Jadi, meski kecepatan memori RAM dibatasi oleh spesifikasi prosesor, anda masih sanggup memasang memori RAM sesuai dengan spesifikasi maksimal yang didukung oleh motherboard tanpa ada penurunan kecepatan. Bahkan, kalau motherboard mendukung fitur XMP (Extreme Memory Profile), kecepatan memori RAM sanggup lebih dioptimalkan sesuai kemampuan maksimal memori tersebut.
Motherboard modern umumnya mendukung sistem memori dual channel atau saluran ganda. Secara teori, memori dual channel sanggup menghasilkan kinerja komputer yang lebih tinggi. Hal ini dikarenakan transfer data pada memori dual channel lebih banyak ketimbang menggunakan memori single channel atau saluran tunggal. Untuk sanggup menggunakan sistem memori RAM dual channel, dibutuhkan setidaknya dua buah modul memori yang identik (kesamaan tipe, kecepatan memori, kapasitas, teknologi, dan merk). Pemasangan memori dual channel menggunakan slot 1-3 atau 2-4.
Beberapa motherboard bahkan mendukung sistem triple channel (kanal tiga) dan quad channel (kanal empat). Sistem tersebut sanggup ditemui pada motherboard gaming, workstation, atau server. Sistem dual, triple, atau quad channel biasanya ditandai dengan warna slot memori yang sama.
Baca juga : Cara Gampang Pilih RAM Yang Cocok Dengan Motherboard PC

Slot Periferal

Komputer sekarang menjadi perangkat multimedia yang paling banyak digunakan. Sebab motherboard menyediakan slot periferal yang fungsinya untuk menambah perangkat gres guna meningkatkan kapabilitas komputer itu sendiri. Slot periferal sanggup dipasang perangkat pelengkap menyerupai Sound Card, NEC (Network Ethernet Card), Modem, VGA Card, dan perangkat lain yang mempunyai fungsi-fungsi khusus.
Slot PCI Express. Credit : www.techpowerup.com
Perkembangan teknologi komputer yang semakin canggih, menciptakan beberapa periferal menyerupai perangkat audio, NEC, dan VGA balasannya diintegrasikan dalam motherboard. Ini sangat memudahkan pengguna komputer lantaran tidak perlu membeli perangkat tersebut secara terpisah.
Dewasa ini, slot periferal telah menggunakan jenis slot PCI Express lantaran bisa menghasilkan kinerja yang lebih baik. Kebanyakan slot periferal ketika ini lebih banyak digunakan untuk pemasangan perangkat berkinerja tinggi semisal kartu grafis modern dan media penyimpanan SSD.
Yang perlu diperhatikan, ada konfigurasi khusus supaya perangkat yang menggunakan slot PCI Express sanggup bekerja optimal. Slot PCI Express dikendalikan melalui interkoneksi yang berjulukan lane. Umumnya, lane pada motherboard modern dikenal dengan label x1 (1 lane) dan x16 (16 lane). Banyaknya lane tergantung dukungan CPU/chipset motherboard. Semakin banyak jumlah lane yang didukung, makin banyak pula interkoneksi yang tersedia.
VGA Card modern menggunakan slot PCI Express x16. Slot M.2 untuk SSD juga menggunakan antarmuka PCI Express dengan mode x4 atau 4 lane. Misalnya, kalau CPU hanya mendukung 16 lane saja, maka hanya sanggup menjalankan 1 perangkat dengan mode x16. Untuk menjalankan 2 perangkat maka akan menggunakan mode x8-x8.

Panel I/O

Jika anda memperhatikan dibelakang casing sistem komputer, tentu ada akan mendapati banyak kabel yang tersambung. Itulah yang dinamakan panel I/O (Input/Output). Panel I/O merupakan serpihan motherboard yang berfungsi untuk menghubungkan sistem dengan perangkat masukan (keyboard atau mouse) dan perangkat keluaran (monitor).
Panel untuk port I/O. Credit : AnandTech.com
Panel I/O umumnya menyediakan beberapa macam port konektor, misalnya
  • PS/2 untuk koneksi keyboard dan mouse
  • USB untuk koneksi perangkat fungsional lain menyerupai flash drive dan printer.
  • Display untuk koneksi ke monitor. Umumnya dalam bentuk D-Sub untuk monitor analog dan DVI atau HDMI untuk monitor digital.
  • Port NEC (RJ-45) untuk koneksi dengan perangkat jaringan.
  • Audio jack untuk koneksi dengan speaker atau microphone.

Konektor internal

Di dalam motherboard, ada banyak konektor internal yang berfungsi untuk koneksi dengan perangkat-perangkat vital, diantaranya
  • Konektor daya utama sebagai koneksi sumber listrik dari PSU (Power Supply Unit). Umumnya berbentuk 20 atau 24 pin.
  • Konektor daya pelengkap 12V dari PSU untuk prosesor. Biasanya berbentuk 4-8 pin dan termasuk dalam modul VRM.
  • Konektor daya kipas untuk prosesor (CPU Fan). Pendingin prosesor yang umumnya berbentuk kipas dan heatsink disambungkan pada konektor ini.
  • Konektor SATA untuk media penyimpanan menyerupai hard disk, SSD (Solid State Drive), atau perangkat optik (CD/DVD). Selain port SATA, beberapa motherboard kelas premium juga dilengkapi slot M.2 untuk perangkat SSD berkecepatan tinggi.
  • Konektor front panel untuk disambungkan dengan tombol power, reset, dan lampu kedip pada casing.
  • Pada motherboard modern, biasanya menyediakan panel USB dan audio untuk disambungkan dengan port USB dan audio jack di serpihan depan casing.
Secara fisik, motherboard mempunyai ukuran yang majemuk tergantung kebutuhan dan ukuran case yang digunakan.
Baca juga : Tips Memilih Motherboard Sesuai Kebutuhan dan Budget

Beberapa jenis motherboard berdasarkan ukuran diantaranya

Ukuran motherboard. Credit : NCIX.blog
  • ATX
Jenis motherboard yang paling terkenal ini mempunyai ukuran 30,5 cm x 24,4 cm. Motherboard tipe ini sanggup dipasang pada case ukuran full tower. Ukurannya yang cukup besar menciptakan motherboard tipe ATX sanggup mempunyai slot periferal sampai 6 buah dan 8 slot RAM.
  • Micro ATX
Merupakan versi "hemat" dari tipe ATX. Dengan berukuran sekitar 24,4 cm x 24,4 cm, motherboard ini sanggup dipasang pada case ukuran slim, mid-tower, sampai full tower. Karena ukurannya yang lebih kecil ketimbang tipe ATX, maka jumlah slot perluasan atau RAM yang dimiliki juga sedikit untuk menekan biaya.
  • Extended ATX (E-ATX)
Dengan ukurannya sekitar 30,5 cm x 33 cm, motherboard tipe ini pengembangan dari jenis ATX. Ukurannya yang lebih besar dari ATX standar, menciptakan motherboard ini membutuhkan case khusus. Meski jarang ditemui dipasaran, motherboard ini mempunyai kelebihan yaitu sanggup menampung lebih banyak slot. Bahkan sanggup dipasang lebih dari 1 soket prosesor. Motherboard semacam ini ditujukan khusus untuk komputer server dan workstation.
  • Mini ITX
Jika motherboard E-ATX berukuran "jumbo", maka Mini ITX berukuran lebih mungil. Motherboard dengan ukuran 17 cm x 17 cm ini memang ditujukan untuk sistem komputer berukuran kecil. Ukurannya yang cukup kecil sehingga tidak membutuhkan daya listrik yang besar. Meski ukurannya yang kecil, namun kinerja yang dihasilkan juga tidak kalah dengan motherboard ATX. Selain tipe-tipe di atas, ada juga beberapa tipe motherboard menyerupai Pico ITX, Nano ITX, dan NLX (New Low Extended). Namun tipe tersebut jarang ditemui di pasaran.
Itulah klarifikasi singkat mengenai seluk beluk motherboard pada komputer. Beberapa produsen motherboard menyerupai Asus, Gigabyte, MSI, atau Asrock juga biasanya menambahkan fitur-fitur khusus demi mengoptimalkan sistem komputer yang dipasang. Mengingat teknologi komputer yang terus berkembang, bukan mustahil fungsionalitas dan bagian-bagian  motherboard juga ikut berkembang.
Harga motherboard pun sangat bervariasi. Ada motherboard murah yang harganya hanya beberapa ratus ribuan. Ada pula motherboard high-end yang harganya jutaan rupiah. Harga motherboard sangat dipengaruhi oleh fitur-fitur dan kelengkapannya. Semakin banyak fitur dan kelengkapan yang dimiliki, maka semakin mahal harga motherboard tersebut.

Tampilkan Komentar