Pengertian, Fungsi, Kelebihan Dan Kelemahan Kabel Stp (Shielded Twisted Pair) Dalam Jaringan Komputer

Pengertian Kabel STP (Shielded Twisted Pair) dalam Jaringan Komputer

Kabel STP atau kabel Shielded Twisted Pair yakni kabel jaringan yang secara fisik sama dengan kabel UTP atau UnShielded Twisted Pair akan tetapi perbedaannya yakni kontruksi kabel STP mempunyai selubung tembaga atau aluminium foil yang khusus dirancang untuk mengurangi gangguan elektrik.

Fungsi Kabel STP (Shielded Twisted Pair) dalam Jaringan Komputer

Kabel STP mempunyai fungsi sama dengan kabel UTP yaitu untuk menghubungkan komputer satu dengan komputer lain sehingga membentuk sebuah jaringan komputer. Komputer-komputer akan saling terhubung dengan switch atau perangkat jaringan lain sehingga masing-masing perangkat bisa berkomunikasi satu dengan yang lain.
komputer.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;">komputer
.jpg" />
Baca Juga: Pengertian, Fungsi, Macam-macam Media Transmisi dalam Jaringan Komputer

Kelebihan dan Kekurangan Kabel STP (Shielded Twisted Pair) dalam Jaringan Komputer

Kabel STP mempunyai 4 pasang kabel yang dipilin (twisted pair), sehingga kabel tersebut akan membentuk susunan tertentu. Akan tetapi setiap kabel mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing. Kelebihan dan kekurangan dari kabel STP (Shielded Twisted Pair) antara lain :

Kelebihan Kabel STP (Shielded Twisted Pair) dalam Jaringan Komputer:
  • Kabel STP l mempunyai kemampuan lebih tahan terhadap interferensi gelombang elektromagnetik baik dari dalam maupun dari luar
  • Kabel STP mempunyai santunan dan antisipasi tekukan kabel sehingga sangat besar lengan berkuasa dan awet.
Baca Juga: Pengertian, Fungsi, Jenis, Kelebihan dan Kelemahan Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) dalam Jaringan Komputer

Kekurangan Kabel STP (Shielded Twisted Pair) dalam Jaringan Komputer:
  • Harganya relatif lebih mahal
  • Attenuasi meningkat pada frekuensi tinggi
  • Pada ketika frekuensi tinggi, keseimbangan menurun sehingga tidak sanggup mengkompensasi timbulnya “crosstalk” dan sinyal “noise”
  • Susah pada ketika instalasi (terutama problem grounding)
  • Jarak jangkauannya hanya 100 m