Cara Menghitung Bandwidth Memori Pada Vga Card Modern

Oleh:   Serhamo Tech Serhamo Tech   |   12/03/2018 03:06:00 am
Teknologi VGA Card atau kartu grafis ketika ini boleh dikatakan sudah hampir setara dengan teknologi prosesor. Jika prosesor dengan teknologi multicore-nya sanggup memproses banyak data, VGA Card juga sanggup melaksanakan rendering grafis untuk sanggup ditampilkan pada resolusi tinggi.
Bandwidth. Credit : sip.us
Demi menghasilkan resolusi grafis secara maksimal, dibutuhkan spesifikasi kartu grafis yang mumpuni. Misalnya dengan cara meningkatkan kebutuhan bandwidth memori pada kartu grafis. Bandwidth merupakan banyaknya data yang sanggup ditransfer dalam 1 detik dan memakai satuan GB/detik. Untuk memilih bandwidth memori dalam VGA Card, caranya dengan menghitung lebar jalur data (bus width) dikalikan kecepatan efektif memori.
Yang perlu diketahui, memori pada VGA Card tidak jauh berbeda dengan memori RAM. VGA Card juga memakai jenis memori GDDR (Graphic Double Data Rate). Bedanya hanya pada kecepatannya saja. Selain itu, proses transfer data pada memori GDDR juga sebanyak dua kali setiap siklus. Misalnya, bila VGA Card mempunyai spesifikasi memori DDR3 800 MHz maka transfer data yang terjadi sebanyak dua kali. Kecepatan efektif memori tersebut dalam satu siklus menjadi 1600 MHz (800 MHz x 2).
Beberapa waktu terakhir, telah hadir teknologi memori GDDR5. Jika DDR3 hanya sanggup melaksanakan dua kali transfer data dalam satu siklus, GDDR5 sanggup melaksanakan 4 kali transfer data. Kaprikornus memori GDDR5 800 MHz mempunyai kecepatan efektif sampai 3200 MHz atau 3,2 GHz.

Cara menghitung bandwidth pada memori VGA Card

Sebagai contoh, pada kartu grafis NVIDIA GTX 750 Ti dengan spesifikasi memori GDDR5 dengan bus width 128-bit. Kecepatan efektifnya 6008 MHz (1502 MHz x 4). Maka bandwidth yang dihasilkan sebesar 128-bit x 6008 MHz = 769.024 Mb (Megabits) atau sekitar 96.128 MB/detik.
Bandwidth memori mirip kapasitas jalan yang sanggup dilewati kendaraan beroda empat dalam suatu waktu. Semakin lebar jalan (bandwidth) tentu semakin anggun sebab proses  perjalanan (transfer data) juga akan semakin baik. Semakin besar bus width (lebar jalur data), semakin besar pula bandwidth memori yang sanggup diperoleh. Selain itu, penggunaan DDR3 dengan GDDR5 juga sangat mensugesti bandwidth memori yang dipakai.
GDDR5 vs HBM. Credit : amd.com

Sekilas ihwal HBM

Bicara mengenai bandwidth memori pada VGA Card, baru-baru ini telah hadir teknologi memori grafis terbaru ialah HBM (High Bandwidth Memory). Teknologi yang diciptakan oleh AMD ini bertujuan menggantikan teknologi GDDR5 demi memenuhi kebutuhan bandwidth memori untuk display resolusi tinggi.
Berbeda dengan GDDR5 yang penempatannya dilakukan secara berjajar, HBM ditempatkan secara bertumpuk (stack) mirip gedung bertingkat. Dengan memakai chip yang bertumpuk, maka ruang yang digunakan untuk penempatan memori HBM jauh lebih efisien dibanding GDDR5. Jarak yang erat antara GPU dengan memori HBM memungkinkan penggunaan bus width yang lebar yang sanggup menghasilkan bandwidth tinggi. Daya listrik yang dibutuhkan memori HBM juga terbilang cukup hemat.
Bentuk HBM. Credit : pcworld.com
Untuk transfer data, HBM bisa mencapai kecepatan sampai 35 GB/detik. Tiga kali lebih cepat ketimbang GDDR5 yang hanya mempunyai kecepatan transfer sebesar 10,66 GB/detik. Meski mempunyai kecepatan memori sekitar 500 MHz, HBM punya bus width sampai 1024-bit sehingga menghasilkan bandwidth antara 100-125 GB per stack. Sedangkan GDDR5 hanya mempunyai bus width per chip 32-bit dengan kecepatan memori 1750 MHZ. Bandwidth yang sanggup dicapai GDDR5 hanya 28 GB/detik disetiap chip memorinya.
Pada akhirnya, bandwidth memori yang tinggi bisa jadi penting. Namun, tidak serta merta menjadi tolak ukur kinerja suatu VGA Card. Selain bandwidth memori, masih ada spesifikasi lain yang juga saling berkaitan untuk mendapat kinerja VGA Card yang optimal. Kebutuhan bandwidth memori juga sangat dipengaruhi oleh aplikasi yang digunakan.

Tampilkan Komentar