Cara Gampang Mengecek Bottleneck Pada Pc Gaming

Oleh:   Serhamo Tech Serhamo Tech   |   12/03/2018 07:36:00 am
Pernahkah anda mendengar kata "bottleneck" ? Bottleneck dalam bahasa Indonesia berarti leher botol. Dalam bidang elektro komputer, bottleneck adalah terbatasnya kinerja operasional sistem komputer yang disebabkan penyempitan jalur komunikasi. Bottleneck bisa terjadi jikalau proses transfer atau komunikasi data antar komponen tidak berjalan maksimal.
Penyebab bottleneck bisa bermacam-macam. Salah satunya yaitu dari sisi hardware. Seperti yang kita tahu, komponen komputer seringkali mempunyai perbedaan kinerja. Perangkat yang mempunyai kinerja tinggi jikalau dihubungkan dengan perangkat berkinerja rendah maka akan mengakibatkan bottleneck. Hal ini disebabkan data yang ditransfer oleh perangkat kinerja tinggi tidak sanggup ditangani secara maksimal oleh perangkat kinerja rendah.

Bottleneck yang disebabkan oleh CPU. Credit : thebottlenecker.com
Bottleneck dapat mengakibatkan penurunan kinerja komputer, biasanya dalam bentuk delay (keterlambatan) transfer data. Dalam game PC, bottleneck juga dapat mengakibatkan penurunan FPS (Frame Per Second) sehingga mengganggu kenyamanan dikala bermain. Perangkat komputer yang sanggup mengalami bottleneck diantaranya processor, GPU (Graphic Processing Unit)/VGA Card, memori RAM, dan media penyimpanan (HDD/SSD).

Bagaimana cara mengetahui bottleneck pada komputer ?

Anda sanggup memakai tools online yang dinamakan Bottleneck Calculator. Tools ini sanggup menghitung asumsi kinerja antar komponen sebelum memilih ada atau tidak bottleneck pada komputer. Berikut ini cara gampang mengecek bottleneck pada PC gaming
  • Pertama, anda harus tahu spesifikasi teknis komputer terutama komponen vital yang anda gunakan.

Cara melihat spesifikasi komputer

  • Pada laptop atau komputer built-up, silahkan cek label spesifikasi yang tersedia pada buku manual atau kotak paket penjualannya.
  • via BIOS. Anda cukup masuk ke hidangan UEFI BIOS dengan menekan tombol Esc/F2/F12/Del (tergantung motherboard yang digunakan) begitu komputer dinyalakan. Pada hidangan utama UEFI BIOS niscaya tertera informasi processor, kapasitas memori, GPU, dan hard disk.
  • via DirectX Diagnostic Tool.
    • Tekan tombol Win + R untuk membuka kotak obrolan Run. Cara alternatifnya, tekan tombol Win + X lalu pilih Run
    • Ketikkan perintah "dxdiag" (tanpa tanda petik)
    • Tekan tombol Enter
    • Pada hidangan utama DirectX Diagnostic Tool tertera info versi sistem operasi, processor, kapasitas memori, dan versi DirectX
  • via System Information
    • Tekan tombol Win + R untuk membuka kotak obrolan Run. Cara alternatifnya, tekan tombol Win + X lalu pilih Run
    • Ketikkan perintah "msinfo32" (tanpa tanda petik)
    • Tekan tombol Enter
    • Aplikasi System Information akan memperlihatkan info yang lebih lengkap dan detail mengenai seluruh hardware dan software yang terpasang pada komputer
Mengenai spesifikasi komputer, lebih jelasnya anda sanggup membaca artikel yang berjudul Inilah Spesifikasi PC Gaming Standar Tahun 2017

Info

Bottleneck Calculator hanya mendukung processor dan GPU modern saja (3 tahun/generasi kebelakang). Hal ini disebabkan lantaran game-game PC dikala ini lebih membutuhkan processor dan GPU modern. Tools tersebut juga hanya mendukung processor dan GPU untuk komputer desktop. Jika processor dan GPU yang anda gunakan lebih bau tanah atau tidak tersedia dalam tools tersebut bukan berarti komputer anda sanggup mengalami bottleneck.
  • Pada label CPU, pilih processor yang terpasang sesuai spesifikasi teknis komputer.
  • Pada label GPU, pilih GPU atau kartu grafis yang anda gunakan. GPU yang didukung hanya AMD dan NVidia. Anda juga sanggup memasukkan jumlah GPU jikalau memakai lebih dari satu GPU (multi GPU).
  • Pada label RAM, pilih jumlah keping, kapasitas, dan jenis modul memori RAM yang anda gunakan. Jenis modul memori RAM yang didukung hanya DDR3 dan DDR4.
  • Pada label Storage, pilih jumlah dan jenis media penyimpanan yang digunakan.
  • Jika sudah terisi semua, jangan lupa konfirmasi dan klik tombol Calculate
  • Sistem akan menampilkan hasil kalkulasi asumsi bottleneck pada komputer anda.
Contoh :
Untuk komputer dengan spesifikasi menyerupai berikut
  • CPU : Intel Core i3 6100
  • GPU : AMD Radeon RX 460
  • RAM : 2x4GB DDR4
  • Storage : SSD


Spesifikasi PC Gaming 1
Maka hasil kalkulasi asumsi bottleneck yaitu

Komputer berjalan optimal. Bottleneck hanya 7%
Pada spesifikasi PC di atas, semua komponen penting sanggup bekerja secara optimal meski masih terjadi bottleneck dengan intensitas rendah. Tools tersebut juga memperlihatkan rekomendasi spesifikasi komponen supaya PC sanggup berjalan lebih optimal.Lalu, bagaimana dengan komputer dengan spesifikasi berikut
  • CPU : AMD APU A8-7600
  • GPU : AMD Radeon R7 260X
  • RAM : 2x2GB DDR3
  • Storage : HDD 7200 RPM


Spesifikasi komputer 2
Maka hasil kalkulasi asumsi bottleneck yaitu

Terjadi bottleneck 20% lantaran GPU tidak seimbang dengan CPU
Jika terjadi bottleneck pada spesifikasi komputer, maka tools akan memperlihatkan rekomendasi komponen yang harus diganti. Selain memperlihatkan rekomendasi, juga memperlihatkan perbandingan singkat antara komponen yang mengalami bottleneck dengan komponen pengganti.

Perbandingan GPU yang bottleneck dengan GPU pengganti
Anda sanggup mengetahui lebih lengkap mengenai GPU dalam artikel yang berjudul Daftar VGA Card Nvidia Dan AMD Terbaik 2016/2017
Komputer terdiri dari aneka macam macam komponen. Semua komponen tersebut harus sanggup bekerja secara optimal dan mempunyai kinerja yang seimbang. Jika salah satu komponen tidak mempunyai kinerja yang optimal, sanggup dipastikan kinerja komputer keseluruhan sanggup terganggu.
Tools yang disediakan oleh Bottleneck Calculator ini hanya mengecek dari sisi hardware. Hasil pengecekan bottleneck tools tersebut mungkin berbeda dengan operasional komputer yang anda gunakan. Namun, tools ini sanggup menjadi contoh bagi anda yang ingin merakit atau mengganti komponen komputer untuk mendapat kinerja yang maksimal.
Baca juga : 7 Cara Merawat Komputer Windows Dengan Praktis Agar Kinerjanya Tetap Optimal
Bottleneck tidak hanya sanggup terjadi dari sisi hardware saja, tapi juga sanggup terjadi dari sisi software. Jika pengaturan aplikasi melebihi batas maksimal yang sanggup dijangkau oleh hardware, bottleneck mungkin sanggup terjadi. Umumnya, bottleneck terjadi pada proses yang membutuhkan resource sistem tinggi contohnya gaming, editing/rendering, dan pembuatan konten. Pada proses yang ringan menyerupai menciptakan dokumen, menonton film, atau browsing, bottleneck mungkin tidak begitu terasa.
Akhir kata, itulah cara gampang mengecek bottleneck pada komputer. Semoga artikel ini bermanfaat...

Tampilkan Komentar