Begini Cara Gampang Mengatasi Laptop Lemot Supaya Kencang Lagi

Oleh:   Serhamo Tech Serhamo Tech   |   12/03/2018 05:06:00 pm
Paling enggak lezat kalau pas asyik main game tiba-tiba laptop lemot. Atau ketika browsing internet mendadak laptop ngelag. Kejadian kayak gini niscaya pernah kau alami kan ? Penurunan kinerja laptop memang tidak bisa dihindari. Apalagi kalau laptopnya punya spesifikasi yang rendah dan tak pernah dirawat atau dimaintenance, cuma asal pakai aja.


Kejadian laptop lemot bisa disebabkan banyak hal. Bisa lantaran hardware komputer laptop yang tidak memadai, aplikasi error, virus, dan lainnya. Nah, kalau terlanjur mengalami lemot ada beberapa hal yang bisa kau lakukan biar bisa kinerja laptop kembali normal. Pada artikel kali ini, Tekno Jempol akan menjelaskan perihal cara mengatasi laptop lemot khususnya pada Windows 7/8/8.1/10 tanpa install ulang/software tambahan. Semoga cara ini bisa mempercepat kinerja laptop kalian. Berikut ini penjelasannya

Tutup aplikasi yang tidak diperlukan

Pertama, untuk mengatasi laptop lemot pada sistem operasi Windows yaitu dengan cara menutup aplikasi yang sudah tidak digunakan. Jika laptop mengalami lemot atau lag, kau harus memastikan aplikasi yang tidak digunakan sudah ditutup. Aplikasi yang masih berjalan akan terus membebani CPU dan memori RAM meski sudah tidak dipakai. Inilah salah satu penyebab utama laptop lemot.
Lalu bagaimana cara mengetahui dan menutup aplikasi yang sudah tidak diharapkan ? Praktis kok!
  • Kamu cek taskbar di potongan pojok kanan bawah (notification area)
  • Disamping label jam dan waktu, biasanya terdapat berjajar ikon aplikasi yang sedang diproses
  • Periksa aplikasi-aplikasi tersebut. Jika memang sudah tidak diperlukan, bisa ditutup dengan cara klik kanan aplikasi tersebut, kemudian pilih sajian close/exit
Aplikasi berada pada notification area semenjak pertama kali diinstall. Semakin banyak kau menginstal kegiatan aplikasi, notification area mungkin bisa disesaki oleh aplikasi yang antri untuk diproses. Oleh lantaran itu, sebaiknya kau hanya menginstal kegiatan aplikasi yang dibutuhkan saja.
Beberapa aplikasi pada notification area mungkin tidak bisa ditutup dengan cara di atas. Kamu sanggup menggunakan aplikasi bawaan Windows yaitu Task Manager.
  • Buka aplikasi Task Manager (klik kanan taskbar, pilih Task Manager)
  • Buka tab Procesess. Di situ terdaftar semua aplikasi yang sedang berjalan
  • Periksa aplikasi yang membebani CPU dan memori RAM atau Disk penyimpanan. Salah satu indikasi laptop lemot diantaranya penggunaan resource processor atau CPU usage mencapai 100%. Begitu pula dengan presentase penggunaan memori. Jika cukup tinggi, maka kau wajib berhati-hati
  • Untuk menutup aplikasi yang sudah tidak diharapkan cukup klik tombol End process/task.
  • Cara ini juga bisa kau terapkan pada aplikasi yang tidak merespon atau mengalami "not responding"
Tapi kau tidak bisa menutup aplikasi lewat Task Manager sembarangan. Pada Windows 8 atau Windows 10, kau cukup menutup aplikasi pada daftar Apps. Aplikasi pada daftar yang lain menyerupai Background process atau System Process JANGAN ditutup lantaran merupakan aplikasi bawaan sistem. Jika aplikasi tersebut ditutup, sistem laptop mungkin tidak akan stabil atau bahkan tidak berjalan dengan baik.
Baca juga : Begini Cara Memperbaiki Windows 8/8.1/10 Tanpa Menghilangkan Data Atau Aplikasi

Mengurangi imbas tampilan grafis

Sistem operasi Windows dikenal mempunyai tampilan yang bagus. Windows Vista dan Windows 7 contohnya punya fitur Aero yang bisa menyajikan tampilan imbas transparan. Perlu kau ketahui, imbas tampilan semacam ini sanggup memakan resource yang menimbulkan laptop lemot. Oleh lantaran itu, untuk meningkatkan kinerja laptop kau sebaiknya mengurangi efek-efek tampilan yang tidak terlalu diperlukan. Berikut ini caranya
  • Cara pertama, kau hanya perlu mengganti tema Aero menjadi tema standar atau basic atau bahkan klasik
  • Klik kanan area Desktop wallpaper, pilih Personalize
  • Pilih tema basic atau klasic. Tema tersebut tidak menampilkan imbas grafis secara penuh.
  • Cara kedua, mengatur sistem biar lebih mengutamakan kinerja ketimbang tampilan
  • Klik kanan ikon My Computer, pilih opsi Properties
  • Pada baris kiri atas, klik opsi Advanced system settings
  • Pada kotak Performance, klik tombol Settings
  • Pilih Adjust for best performance
  • Klik tombol Apply/OK
Cara di atas akan meningkatkan kinerja laptop namun dengan konsekuensi kau mendapat tampilan Windows yang biasa-biasa saja tanpa ada imbas grafis.

Matikan service Windows yang tidak dibutuhkan

Berikutnya, kalau laptop masih terasa lemot, kau bisa mematikan layanan atau service Windows yang tidak terlalu diperlukan. Windows service ialah sejumlah aplikasi yang berjalan untuk menyediakan fungsi atau fitur-fitur khusus. Tentu, tidak semua fungsi dan fitur tersebut digunakan terutama oleh pengguna awam (termasuk kamu, mungkin). Berikut ini cara mematikan service Windows biar tidak terlalu membebani sistem
  • Tekan tombol Win + R (membuka kotak obrolan Run)
  • Ketik "services.msc" (tanpa tanda petik)
  • Perhatikan potongan Status dan Startup Type. Jika potongan Status berisi label Started, maka service tersebut sedang berjalan. Tipe Startup terdiri dari Automatic, Manual, dan Disabled. Automatic berarti service mulai berjalan otomatis ketika laptop dinyalakan (Booting ke Windows), Manual berarti service gres berjalan ketika ada aplikasi/service lain yang berjalan atau pengguna yang menjalankan sendiri. Disabled berarti service tersebut dinonaktifkan dan tidak sanggup dijalankan.
Baca juga : 7 Cara Merawat Komputer Windows Dengan Praktis Agar Kinerjanya Tetap Optimal



Berikut ini beberapa service pada Windows yang sanggup dinonaktifkan dengan aman
  • Computer Browser (Jika kau tidak terkoneksi dengan jaringan komputer)
  • Desktop Window Manager Session Manager (Jika kau tidak menggunakan tema Aero)
  • Diagnostic Policy Service
  • Distributed Link Tracking Client (Jika kau tidak terkoneksi dengan jaringan komputer)
  • IP Helper (jika kau tidak menggunakan IPv6)
  • Offline Files
  • Portable Device Enumerator Service
  • Print Spooler (Jika kau tidak terkoneksi dengan Printer)
  • Protected Storage
  • Remote Registry
  • Secondary Logon
  • Security Center
  • Server (Jika kau tidak terkoneksi dengan jaringan komputer)
  • Tablet PC Input Service (Jika kau tidak menggunakan fungsi Touchscreen)
  • TCP/IP NetBIOS Helper (Jika kau tidak terkoneksi dengan jaringan komputer workgroup)
  • Themes (Jika kau menggunakan tema klasik)
  • Windows Error Reporting Service
  • Windows Media Center Service Launcher
Tekno Jempol tidak menyarankan untuk menonaktifkan service di atas secara penuh. Namun, cukup diset pada posisi manual.
  • Klik kanan salah satu service di atas
  • Pilih Properties
  • Pada label Startup Type, pilih Manual
  • Jika ingin menghentikan service yang sedang berjalan, klik tombol Stop
  • Klik tombol Apply/OK
Cara ini cukup ampuh untuk mempercepat kinerja laptop dengan OS Windows 7, Windows 8, atau Windows 10 yang terasa lambat.

Nonaktifkan startup entry yang terasa berat

Pada poin pertama sudah dijelaskan kalau aplikasi berjalan pada notification area. Aplikasi tersebut termasuk startup entry yang berjalan secara otomatis ketika booting ke Windows atau sesudah login user. Semakin banyak startup entry, proses booting ke Windows akan lebih lama. Saat aplikasi startup berjalan juga akan banyak memakan resource CPU dan memori. Oleh lantaran itu, kau perlu menonaktifkan aplikasi startup yang tidak diharapkan tapi cukup memberatkan.


Pada Windows 7 :
  • Tekan tombol Win + R (membuka kotak obrolan Run)
  • Ketik "msconfig" (tanpa tanda petik)
  •  Buka tab Startup
  • Hilangkan tanda centang pada aplikasi startup yang ingin dinonaktifkan
  • Klik tombol Apply/OK
Pada Windows 8/8.1/10
  • Buka aplikasi Task Manager (klik kanan taskbar, pilih Task Manager)
  • Buka tab Startup
  • Cek pada kolom Startup impact. Jika berlabel medium/high maka aplikasi tersebut dipastikan cukup memberatkan proses loading pada Windows.
  • Pilih aplikasi yang berdasarkan anda tidak perlu tapi efek startup berstatus medium atau high.
  • Klik tombol Disable
Baca juga : Cara Mempercepat Loading Aplikasi Startup Pada Windows 8/8.1/10

Matikan fungsi Windows Update

Jika kau mengalami laptop lemot ketika internetan/browsing, itu berarti ada duduk kasus dengan koneksi internet yang digunakan. Mungkin koneksi internet masih normal, tapi kalau pemakaiannya berlebihan bisa mengganggu kenyamanan ketika browsing. Salah satu yang bisa menimbulkan laptop lemot ketika browsing internet yaitu Windows Update.
Windows Update merupakan fungsi untuk memperbarui sistem Windows. Fungsi ini cukup penting lantaran berkhasiat untuk memperbaiki sistem yang bermasalah dan kadang menambah fitur/fungsi baru. Masalahnya, ketika proses update akan mengunduh file-file gres yang ukurannya kadang cukup memakan kuota internet. Belum lagi kalau proses update Windows berjalan otomatis begitu PC laptop terhubung internet. Instalasi update terbaru juga cukup menyita resource sistem.
Nah, kalau mengalami hal ini, kau sanggup menonaktifkan fitur Windows Update biar tidak membebani koneksi internet. Begini caranya
  • Pertama, buka sajian Start
  • Ketik Windows Update
  • Buka kegiatan Windows Update
  • Klik sajian Change settings pada baris kiri atas
  • Pada sajian Important Updates, pilih Check for updates but let me choose whether to..... Maksudnya sistem akan mencari update terbaru namun proses download update bisa dilakukan manual.
  • Klik tombol OK
Di sini Tekno Jempol tidak menyarankan untuk mematikan fitur Windows Update secara penuh, namun cukup diset ke posisi manual. Ini dikarenakan fitur tersebut dirasa cukup penting sehingga bisa digunakan kapanpun.
Baca juga : Cara Praktis Mengatasi Ancaman Meltdown dan Spectre

Upgrade hardware atau komponen komputer laptop

Last but not least, mengganti komponen PC/laptop gres mungkin bisa jadi pertimbangan. Ini berlaku untuk kau yang menggunakan laptop jadul dengan spesifikasi rendah. Saat ini banyak kegiatan aplikasi dan sistem operasi modern yang menuntut spesifikasi komputer agak tinggi. Tujuannya biar semua fitur bisa digunakan secara optimal.
Untuk laptop, upgrade komponennya mungkin cukup terbatas. Kamu hanya bisa mengganti memori RAM dan media penyimpanan saja. Sebagai saran, gunakan memori RAM berkapasitas besar dan media penyimpanan berbasis flash menyerupai SSD (Solid State Drive). Untuk upgrade komponen yang lain, kau harus menghubungi service center dari merk laptop tersebut.
Baca juga : Tips Memilih Laptop Murah Untuk Pelajar/Mahasiswa
Caranya gampang bukan ? Tapi, kau tetap harus merawat laptop secara rutin. Biar laptopmu tetap kekal dan bisa digunakan dalam waktu lama. Perawatan juga bisa menjadi cara untuk meningkatkan kinerja laptop. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat...

Tampilkan Komentar