Studi baru: Sinar Kosmik Membuat Astronaut Berisiko Terkena Kanker Lebih besar dari Sebelumnya

Oleh:   Serhamo Serhamo   |   6/10/2017 12:11:00 am
Astronaut Serhamo.net - Baru-baru ini peneliti ahli fisika kesehatan dari Universitas Nevada Las Vegas, AS, Francis Cucinotta telah menerbitkan hasil studi baru yang menuliskan bahwa astronaut berisiko terkena kanker akibat paparan sinar kosmik atau radiasi luar angkasa lebih besar dari perkiraan sebelumnya.

Hasil studi baru ini menimbulkan pertanyaan baru bagaimana kelanjutan rencana dari 'Misi pergi ke Planet Mars', karena risiko yang ditimbulkan sangat berbahaya untuk manusia dan itu berarti kegagalan misi ini juga akan sangat besar.

Temuan baru ini sekaligus memberitahu NASA bahwa pergi ke Mars dua kali lipat lebih bahaya dari perkiraan yang diperoleh NASA sebelumnya. Cucinotta dalam studinya menuliskan bukan hanya kanker saja yang akan menyerang manusia lewat sinar kosmik, namun juga penyakit katarak, sistem saraf pusat, serta sindrom radiasi akut.

Hal ini didasarkan pada hasil studi yang mana saat dosis tinggi dari atom besi dan titanium berhasil melewati sel, maka yang terjadi adalah kerusakan fatal pada sel karena tingkat ionisasi yang begitu tinggi.

"Paparan sinar kosmik galaksi dapat menghancurkan inti sel dan menyebabkan mutasi dan kanker." kata Cucinotta seperti yang dikutip dari Sciencedaily.

Cucinotta juga menambahkan, sel-sel rusak yang terkena kosmik dapat mempengaruhi sel sehat untuk bermutasi, sehingga menyebabkan tumor atau kanker baru.

Meskipun astronaut menggunakan spacesuit sebagai perisai saat di luar angkasa, namun pakaian luar angkasa itu tidak dapat membendung terlalu lama bahaya dari sinar kosmik, karena seperti yang kita tahu 'misi pergi ke Mars' sendiri membutuhkan waktu jelajah setidaknya satu tahun. Astronaut butuh peralatan pelindung yang lebih kuat dan tahan lama dari yang sekarang.

Tampilkan Komentar