Petinggi Teknologi Suarakan Protes Keras Kebijakan Trump yang Melarang Imigran Masuk

Oleh:   Serhamo Serhamo   |   1/29/2017 12:27:00 pm
Serhamo.net - Presiden ke-45 AS, Donald Trump telah menandatangani perintah eksekutif baru pada hari jumat lalu waktu setempat, dimana pengungsi yang ingin masuk ke AS akan ditangguhkan. Terdapat 7 negara yang terkena dampak dari kebijakan ini,  Libia, Sudan, Yaman, Somalia, Syuriah, Iraq dan Iran. Kebijakan ini berlaku setidaknya hingga 90 hari kedepan. Dan mereka--imigran yang terlanjur mendarat di AS terpaksa tertahan dibandara, hingga datang keputusan baru dari pemerintah.

Tidak sedikit memprotes kebijakan baru yang dikeluarkan Trump, termasuk sejumlah walikota di negara adidaya itu sendiri.

Hari ini giliran bos-bos petinggi perusahaan teknologi seperti Netflix, Uber, dan Microsoft juga turut memprotes mengenai larangan imigran masuk ke AS. Protes tersebut juga merupakan sebagai bentuk dukungan emosional dan pembelaan kepada kaum imigran, bos-bos petinggi teknologi pun turut menawarkan bantuan hukum bagi karyawannya yang terkena dampak dari perintah eksekutif trump.

Dalam sebuah memo internal yang dibuat oleh CEO Apple, Tim Cook untuk karyawan Apple, menuliskan "aku memperjelas bahwa Apple sungguh meyakini pentingnya imigrasi, baik bagi perusahaan kita ataupun bagi masa depan negara ini. Ada karyawan di Apple yang terkena dampak langsung atas perintah eksekuti kemarin. Tim hukum dan Keamanan kami berada dalam kontak mereka, dan Apple akan melakukan segala yang kami bisa untuk mendukung mereka. "



CEO Netflix, Reed Hastings juga memberikan protesnya, melalui akun Facebook dirinya, Hastings menampar keras kebijakan Trump. "Tindakan Trump ini telah menyakiti karyawan Netflix di seluruh dunia. Lebih buruk lagi, tindakan ini akan membuat Amerika kurang aman (melalui kebencian dan hilangnya sekutu) daripada lebih aman. ini minggu yang amat sedih, lebih dari 600.000 pemimpi di sini-di Amerika di bawah ancaman. Ini adalah waktu untuk menghubungkan lengan bersama-sama untuk melindungi nilai-nilai Amerika kebebasan dan kesempatan."

CEO Uber Travis Kalanick berencana membahas masalah ini dengan Trump melalui pertemuannya minggu ini.

Dalam potingannya di Facebook, Kalanick menuliskan "Itu berarti larangan ini juga akan berdampak pada banyak orang yang tidak bersalah. Ketika saya pergi ke Washington, masalah ini akan aku bahas dipertemuan bisnis pertama dengan kelompok penasehat Presiden Trump"

Microsoft, melalui CEO Satya Nadella menuliskan "Sebagai seorang imigran dan  CEO, saya sudah berpengalaman dan melihat dampak positif dari imigrasi bagi perusahaan kami, bagi negara, dan bagi dunia. Kami akan terus melakukan advokasi tentang topik penting ini"

Microsoft mengungkapkan bahwa terdapat 76 karyawan imigran yang memiliki visa kerja terpengaruh oleh perintah eksekutif Trump. Untuk mengatasi masalah ini Microsoft menawarkan bantuan hukum kepada karyawannya.

Petinggi Facebook, Mark Zuckerberg yang juga termasuk imigran, melalui curhatannya di Facebook dirinya sangat mengutuk tindakan Trump tersebut.


Tampilkan Komentar