Terlalu Lama Buka Facebook Bisa Buat Seseorang Menderita

Oleh:   Serhamo Serhamo   |   12/26/2016 08:47:00 pm
Facebook menyebabkan seseorang depresi Serhamo.net - Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Tim peneliti asal Universitas Copenhagen, Denmark, menyimpulkan bahwa menggunakan media sosial secara berlebihan dapat memicu rasa cemburu.

Dirangkum dari BBC Indonesia (26/12/2016) Kesimpulan tersebut akan semakin relevan terutama bagi mereka yang 'berlama-lama online di media sosial namun tidak terhubung atau terlibat dalam komunikasi aktif dengan para pengguna lainnya'. Intinya sih, kerjaanya cuma scrollin timeline doang.

Penelitian tersebut melibatkan 1.300 responden, sebagian besar perempuan, dan diterbitkan di jurnal Cyberpsychology, Behaviour, and Social Networking.

"Memakai media sosial seperti Facebook secara terus-menerus bisa berdampak negatif terhadap kondisi emosional Anda," kata peneliti di artikel tersebut. Disebutkan pula pemakaian media sosial yang terlalu berlebihan dapat menimbulkan rasa tidak puas dengan apa yang anda punya saat ini.

Apa yang selanjutnya terjadi ketika anda terlalu lama di media sosial adalah, kata tim peneliti, munculnya perasaan negatif setelah membaca update atau melihat foto-foto di Facebook. Mengapa ini terjadi?

Para pakar mengatakan ini disebabkan oleh yang disebut sebagi 'perbandingan sosial yang tidak realistis'. Pengguna merasa cemburu dengan apa yang mereka lihat dan dengan apa yang mereka tidak bisa rasakan, agak aneh memang dimana apa yang kita lihat bisa saja tidak sesuai dengan realita yang ada.

Lantas, bagaimana mengatasi perasaan cemburu atau mood yang rusak gara-gara melihat foto-foto orang lain yang tampak begitu bahagia di media sosial?

Para peneliti menyarankan untuk lebih aktif berkomunikasi dengan para pengguna lain di media sosial. Ini jauh lebih baik daripada hanya 'memelototi foto-foto atau membaca status saja tanpa bertegur sapa dengan pengguna lain'. Jadi bagi kalian yang punya gebetan mulai deh nge-chat si doi jangan kerjaannya nge-stalk aja. Coba-lah jalin pertemanan dan saling bertukar informasi karena itu fungsi utama dari media sosial.

Cara lain adalah dengan berhenti menggunakan media sosial, misalnya selama satu minggu, yang lebih sering disebut sebagai detoks digital, yakni memutus sama sekali 'ketergantungan dengan Facebook, Twitter, dan sejenisnya'.

Selain berhenti sejenak dari dunia media sosial ada juga beberapa orang yang secara dramatis menghapus aplikasi Facebook di telepon genggam mereka.

"Saya memang sengaja menghilangkan dan menghapus Facebook dari kehidupan saya. Saya merasa jauh lebih tenang sekarang," kata peneliti itu.

"Dulu saya menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari di Facebook, kini saya bisa lebih banyak mengerjakan hal-hal lain yang jauh lebih bermanfaat," imbuhnya.

Sering merasa tidak bahagia dengan apa yang sudah kalian punya, mungkin kalian bisa mengobati perasaan tersebut dengan berhenti sejenak dari media sosial. Kalian pasti bisa lakukan hal yang lebih bermanfaat selain scroll timeline bukan ?

Tampilkan Komentar