SpaceX Mendapatkan Kontrak Baru NASA Untuk Luncurkan Satelit Ocean-Survey

Oleh:   Serhamo Serhamo   |   11/25/2016 11:37:00 pm
Roket SpaceXSpaceX telah mendapatkan kontrak baru dari NASA untuk meluncurkan satelit NASA ditahun 2021 mendatang. Satelit yang dimaksud adalah kendaraan yang digunakan untuk memberikan survei permukaan laut bumi secara global untuk pertama kalinya, kendaraan yang dimaksud adalah Surface Water and Ocean Topografi (SWOT). Satelit tersebut akan mengambil rekaman rinci yang nantinya akan dapat menjelaskan bagaimana lautan di bumi ini berubah dari waktu ke waktu.

Dilansir dari THE VERGE, misi akan dimulai dari Vanderberg Air Force Base di California. Dalam peluncurannya nanti, satelit ini akan menggunakan roket SpaceX Falcon 9 yang direncakan akan berangkat tepatnya bulan April 2021. Nilai total untuk biaya peluncuran SWOT mencapai  112 juta dollar AS (Rp1,5 triliun). Angka tersebut dinilai lebih mahal karena normalnya Falcon 9 dari SpaceX seharga 62 juta dollar AS (Rp838 miliar). Namun NASA mengatakan, biaya 112 juta dollar AS tersebut bukan hanya untuk peluncuran roket Falcon 9 saja. tetapi biaya tersebut digunakan untuk peluncuran SWOT secara keseluruhan. Itu berarti biaya tersebut tidak hanya diberikan kepada SpaceX namun diberikan juga untuk organisasi-organisasi lain yang telah memberikan dukungan untuk peluncuran SWOT ini, lebih lanjut lagi NASA tidak memberikan penjelasan spesifik terkait dukungan seperti apa yang diberikan, "Harga peluncuran layanan tertentu dianggap persaingan, informasi mengenai pembelian adalah informasi sensitif"  kata juru bicara NASA Cheryl Warner dalam sebuah pernyataannya.

Kontrak yang didapat dari NASA itu adalah contoh terbaru dari pengaruh SpaceX yang tumbuh di sektor luar angkasa. SpaceX adalah perusahaan yang sangat agresif dan ambisius, dengan dukungan miliader di koloni mars. Walaupun sebelumnya SpaceX membuat sebuah kemunduran dengan insiden meledaknya Falcon 9 di bulan september lalu, namun secara keseluruhan SpaceX membuat sebuah kemajuan yang besar, contoh saat ini produsen roket tersebut menangani misi memasok ke Stasiun Antariksa Internasional (ISS) dan juga sedang mengembangkan pesawat versi berawak dari pesawat Dragon spacecraft, belum lagi tahun depan tepatnya januari mereka akan meluncurkan satelit Jason-3 dari NASA untuk memonitor laut serta peluncuran Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS) milik NASA juga, yang dirancang untuk mencari planet-planet kecil di dekat bintang terang yang berada di luar sistem tata surya kita.

Dengan banyaknya kerjasama yang terjalin dengan NASA, dalam tweetnya SpaceX mengucapkan rasa terima kasihnya: "Kami menghargai dukungan dan kepercayaan NASA."

Tampilkan Komentar